KEKERASAN FISIK TERHADAP SISWA SD
KASUS:
Oknum Guru SD Pukuli Muridnya Hingga Memar
Bugma
SUNGGUMINASA - JE murid kelas 6 Sekolah Dasar Inpres Cambaya hanya bisa menahan rasa sakit di wajahnya saat melaporkan oknum guru di sekolahnya ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Gowa. Kepada polisi JE melaporkan SB seorang oknum guru pegawai negeri sipil (PNS) di sekolahnya yang diduga tega memukulinya hingga mengalami luka lebam di wajahnya Sabtu 7 Mei 2016.Perbuatan tidak terpuji oknum guru tersebut terjadi di ruang kelas SD Inpres Cambaya setelah JE terlibat pertengkaran dengan anak pelaku NW yang juga satu sekolah dengan korban. Saat anak pelaku memukuli korban, SB yang merupakan oknum guru tersebut bukannya memisahkan keduanya namun SB justru memukuli wajah korban dengan kepalan tangan hingga mengalami luka memar.
Kanit 3 SPKT Polres Gowa Iptu Masruni Ago yang menerima laporan korban mengatakan, korban dipukuli oleh pelaku SB setelah sebelumnya dipukuli oleh anak pelaku hingga mengalami luka memar di wajahnya. Kasus pemukulan terhadap murid sekolah dasar oleh oknum guru PNS ini, kata dia, kini dalam penanganan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa.
Sementara pelaku pemukulan rencananya akan diamankan petugas setelah memeriksa sejumlah saksi saat pemukulan berlangsung di dalam sekolah.
Dari kasus diatas dapat muncul permasalahan
1.Apa penyebab kekerasan guru terhadap siswa?
- penyebab dari siswa : Tidak menaati peraturan sekolah,Ribut dikelas,Tidak mengikuti pelajaran,berkelahi.
- penyebab dari Guru :Kekerasan dilakukan guru terhadap muridnya sebagai alat pendisiplinan.,Ketidaklayakan guru dalam mengajar dan mendidik,Ketidak mampuan guru dalam mengelola emosi negatif
2.Apa akibat kekerasan guru terhadap siswa?
a.
Pada fisik :
kekerasan secara fisik mengakibatkan
organ-organ tubuh siswa mengalami kerusakan seperti memar, luka-luka.
b.
Pada psikologis :
trauma
psikologis, rasa takut, rasa tidak aman, dendam, menurunnya semangat belajar,
daya konsentrasi, kreativitas, hilangnya inisiatif, serta daya tahan (mental)
siswa, menurunnya rasa percaya diri, stress, depresi dsb.
.c.
Sosial :
siswa
yang mengalami tindakan kekerasan tanpa ada penanggulangan, bisa saja menarik
diri dari lingkungan pergaulan, karena takut, merasa terancam dan merasa tidak
bahagia berada diantara teman-temannya. Mereka juga jadi pendiam, sulit
berkomunikasi baik dengan guru maupun dengan sesama teman.
Menerapkan pendidikan tanpa kekerasan di sekolah
Mendorong/mengembangkan humaniasi pendidikan
Hukuman yang di berikan berkolerasi dengan tindakan anak .
Bukan murid saja membutuhkan
konseling, tapi juga guru. Sebab guru juga mengalami masa sulit
yang
membutuhkan dukungan, penguatan, atau bimbingan untuk menemukan jalan keluar
yang
terbaik.
Kesimpulan:
Dalam
proses pembelajaran terjadi kekerasan fisik dan psikis di sekolah.
Kadang
kadang guru melakukan tindakan kekerasan kepada para peserta didik
dengan
alasan hukuman atau pendisiplinan. Guru menggunakan kekuatan fisik yang
mengakibatkan cedera fisik.. Kekerasan fisik ini, pada tahap tertentu, dapat
juga
menjadi wujud dari kekerasan psikis.
Daftar pustaka
http://daerah.sindonews.com/read/1106868/192/oknum-guru-sd-pukuli-muridnya-hingga-memar-1462672099
http://www.psikologmalang.com/2013/03/faktor-faktor-penyebab-terjadinya.html
https://ideguru.wordpress.com/2010/04/25/faktor-faktor-penyebab-kekerasan-pada-siswa/