ETIKA SEORANG WIRAUSAHA
Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos yang dalam bahasa jamak ta etha, berarti ada t istiadat atau kebiasaan. Istilah etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar (standard of conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan. Menurut Zimmerer (1996), etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai norma yand dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan. Etika mempunyai kendali intern dalam hati, berbeda dengan aturan hukum yang mempunyai unsur paksaan ekstern. Akan tetapi bagi orang-orang bisnis yang dilandasi oleh rasa keyakinan mendalam akan mengetahui bahwa perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri.
Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos yang dalam bahasa jamak ta etha, berarti ada t istiadat atau kebiasaan. Istilah etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar (standard of conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan. Menurut Zimmerer (1996), etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai norma yand dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan. Etika mempunyai kendali intern dalam hati, berbeda dengan aturan hukum yang mempunyai unsur paksaan ekstern. Akan tetapi bagi orang-orang bisnis yang dilandasi oleh rasa keyakinan mendalam akan mengetahui bahwa perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri.
Menurut pendapat Michael Josephson (1988),
ada 10 prinsip etika yang mengarahkan perilaku, yaitu:
1.
Kejujuran, yaitu penuh
kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus terang, tidak curang, tidak
mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong
2.
Integritas, yaitu memegang
prinsip, melakukan kegiatan dengan hormat, tulus hati, berani dan penuh
pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat dan saling percaya.
3.
Memelihara janji, yaitu selalu menaati janji,
patut dipercaya, penuh komitmen, jangan
mengintepretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik dengan
dalih ketidakrelaan.
4.
Kesetiaan, yaitu hormat dan
loyal kepada keluarga, teman, karyawan dan Negara, jangan menggunakan atau
memperlihatkan informasi yang diperoleh dalam kerahasiaan, begitu juga dalam
konteks professional, jaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan professional
yang bebas dan teliti.
5.
Kewajaran/keadilan, yaituberlaku adil
dan berbudi luhur, bersedia untuk mengakui kesalahan, dan perlihatkan komitmen keadilan,
persamaan perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaan, jangan bertindak melampaui batas
atau mengambil keuntungan
yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
6.
Suka membantu
orang lain, yaitu saling
membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolong menolong, kebersamaan, dan
menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.
7.
Hormat kepada
orang lain, yaitu menghormati martabat manusia, menghormati kebebasan
dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua orang,bersopan santun,
jangan merendahkan orang lain, jangan mempermalukan orang lain.
8.
Warga Negara yang bertanggung
jawab, yaitu selalu menaati hukum/aturan, penuh kesadaran sosial, menghormati
proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9.
Mengejar keunggulan, yaitu
mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan personal maupun
pertanggungjawaban professional, tekun, dapat dipercaya/ diandalkan, rajin
penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, mengembangkan
dan mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
10.
Dapat dipertanggungjawabkan,
yaitu memiliki tanggung jawab, menerima tanggung
jawab atas keputusan dan konsekuensinya,
dan selalu memberi contoh.
3 faktor yang mempengaruhi Etika menurut Menurut
Bovee et a 2004:
1.
Cultural Difference, bahwa di setiap daerah memiliki
kebiasaan sendiri-sendiri, lain negara lain kebiasaannya. Penyogokan, komisi,
titipan, amplop, upeti dan lain-lain. Tentu dapat dipahami daam bentuk yang
berbeda ditiap daerah, ada yang memperbolehkan dan ada yang melarang.
2.
Knowledge, orang-orang yang
mengetahui, dan berada dalam jalur pengambil keputusan mencoba berusaha tidak
terlibat dalam masalah menyangkut etika.
3.
Organizational behavior,
membangun sebuah komunikasi yang baik dengan karyawan agar mereka memahami
pentingnya etika berbisnis
KEUNTUNGAN MENJAGA ETIKA
1.
Jika jujur dalam berbisnis,
maka bisnisnya akan maju, dengan kejujuran, konsumen akan merasa diuntungkan
2.
Timbulnya kepercayaan. Bisnis
adalah kepercayaan, jika sudah tidak ada kepercayaan daam berbisnis maka produk
akan ditinggalkan konsumen
3.
Kemajuan terjaga.
4.
Perolehan laba akan meningkat.
5.
Terjadi kesinambungan.
6.
Melakukan dengan cara yang
terbaik, lebih baik atau dipandang baik, pembisnis jangan mematok diri pada
aturan-aturan yang berlaku, tetapi perhatikan juga norma, budaya, dan agama
dimana bisnis berlangsung.
- Etika
dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika membantu manusia untuk bertindak
secara benar tidak merugikan orang lain.
Etika sangat penting dalam berbisnis
karena, Etika dalam dunia berbisnis sangat diperlukan karena utuk menjaga
kelangsungan hidup usaha yang dijalankannya, apabila seorang wirausaha
melanggar etika maka usaha yang dijalankannya akan mengalami kerugian bagi
dirinya sendiri dan merugikan konsumen atau orang lain. Menjaga etika adalah
suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan. Masalah
etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan bisnis,
namun harus selalu dijaga terus menerus, sebab reputasi sebagai perusahaan yang
etis tidak dibentuk dalam waktu pendek, tapi akan terbentuk dalam jangka
panjang. Dan ini merupakan asset yang tak ternilai bagi sebuah perusahaan.
Daftar Pustaka
·
PO Abas Sunarya, Sudaryono,
Asep Saefullah, 2011, Kewirausahaan, C.V ANDI: Yogyakarta.
·
Prof, Dr. Buchari Alma, 2010,
Kewirausahaan, ALFABETA: Bandung.