Senin, 08 Mei 2017

KEWIRAUSAHAAN

ETIKA SEORANG WIRAUSAHA
Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos yang dalam bahasa jamak ta etha, berarti ada t istiadat atau kebiasaan. Istilah etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar (standard of conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan. Menurut Zimmerer (1996), etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai norma yand dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan. Etika mempunyai kendali intern dalam hati, berbeda dengan aturan hukum yang mempunyai unsur paksaan ekstern. Akan tetapi bagi orang-orang bisnis yang dilandasi oleh rasa keyakinan mendalam akan mengetahui bahwa perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri.
Menurut pendapat Michael Josephson (1988), ada 10 prinsip etika yang mengarahkan perilaku, yaitu:
1.       Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong
2.       Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan dengan hormat, tulus hati, berani dan penuh pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat dan saling percaya.
3.       Memelihara   janji, yaitu selalu menaati janji, patut   dipercaya, penuh komitmen, jangan mengintepretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik dengan dalih ketidakrelaan.
4.       Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan dan Negara, jangan menggunakan atau memperlihatkan informasi yang diperoleh dalam kerahasiaan, begitu juga dalam konteks professional, jaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan professional yang bebas dan teliti.
5.       Kewajaran/keadilan, yaituberlaku   adil   dan   berbudi  luhur, bersedia untuk mengakui   kesalahan, dan perlihatkan komitmen   keadilan,   persamaan perlakuan individual dan toleran   terhadap perbedaan, jangan   bertindak melampaui   batas   atau   mengambil   keuntungan   yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
6.       Suka   membantu   orang   lain, yaitu   saling   membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolong menolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.
7.       Hormat   kepada   orang lain, yaitu menghormati martabat manusia, menghormati kebebasan dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua orang,bersopan   santun,   jangan merendahkan orang lain, jangan mempermalukan orang lain.
8.       Warga Negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu menaati hukum/aturan, penuh kesadaran sosial, menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9.       Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan personal maupun pertanggungjawaban professional, tekun, dapat dipercaya/ diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, mengembangkan dan mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
10.   Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki tanggung  jawab, menerima tanggung jawab atas  keputusan dan konsekuensinya, dan  selalu memberi contoh.
3 faktor yang mempengaruhi Etika menurut Menurut Bovee et a 2004:
1.       Cultural  Difference, bahwa di setiap daerah memiliki kebiasaan sendiri-sendiri, lain negara lain kebiasaannya. Penyogokan, komisi, titipan, amplop, upeti dan lain-lain. Tentu dapat dipahami daam bentuk yang berbeda ditiap daerah, ada yang memperbolehkan dan ada yang melarang.
2.       Knowledge, orang-orang yang mengetahui, dan berada dalam jalur pengambil keputusan mencoba berusaha tidak terlibat dalam masalah menyangkut etika.
3.       Organizational behavior, membangun sebuah komunikasi yang baik dengan karyawan agar mereka memahami pentingnya etika berbisnis
KEUNTUNGAN MENJAGA ETIKA
1.       Jika jujur dalam berbisnis, maka bisnisnya akan maju, dengan kejujuran, konsumen akan merasa diuntungkan
2.       Timbulnya kepercayaan. Bisnis adalah kepercayaan, jika sudah tidak ada kepercayaan daam berbisnis maka produk akan ditinggalkan konsumen
3.       Kemajuan terjaga.
4.       Perolehan laba akan meningkat.
5.       Terjadi kesinambungan.
6.       Melakukan dengan cara yang terbaik, lebih baik atau dipandang baik, pembisnis jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku, tetapi perhatikan juga norma, budaya, dan agama dimana bisnis berlangsung.
  1. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.  Etika membantu manusia untuk bertindak secara benar tidak merugikan orang lain.
Etika sangat penting dalam berbisnis karena, Etika dalam dunia berbisnis sangat diperlukan karena utuk menjaga kelangsungan hidup usaha yang dijalankannya, apabila seorang wirausaha melanggar etika maka usaha yang dijalankannya akan mengalami kerugian bagi dirinya sendiri dan merugikan konsumen atau orang lain. Menjaga etika adalah suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan. Masalah etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan bisnis, namun harus selalu dijaga terus menerus, sebab reputasi sebagai perusahaan yang etis tidak dibentuk dalam waktu pendek, tapi akan terbentuk dalam jangka panjang. Dan ini merupakan asset yang tak ternilai bagi sebuah perusahaan.

Daftar Pustaka
·         PO Abas Sunarya, Sudaryono, Asep Saefullah, 2011, Kewirausahaan, C.V ANDI: Yogyakarta.
·         Prof, Dr. Buchari Alma, 2010, Kewirausahaan, ALFABETA: Bandung.



7 komentar:

  1. Menurut anda apa perbedaan dari erika berwirausaha dan etika bisnis? Jelaskan perbedaanya. Terimakasih

    BalasHapus
  2. menurut anda apakah etika berwirausaha itu dapat membantu melancarkan suatu usaha?

    BalasHapus
  3. Dalam artikel anda menyebutkan beberapa etika dalam bisnis/usaha. Menurut anda, dengan melihat realita yg ada sekarang ini apakah para wirausaa sudah memiliki/memenuhi etika tersebut? Jelaskan, dan berikan alasan.. Trmksh

    BalasHapus
  4. Menurut anda rasa hormat Kepada orang yang seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang wirausaha? Berikan contoh?

    BalasHapus
  5. Apa dampak negatif bila pengusaha tidak menjalankan usaha sesuai dengan etika bisnis? dan Jelaskan hubungan etika dan hukum?
    Terimakasih

    BalasHapus
  6. Apa yang dimaksud dengan Etika mempunyai kendali intern dalam hati?

    BalasHapus
  7. Menurut anda bagaimana cara mengatasi seorang pedagang yang mempunyai etika buruk dalam berbisnis? terimakasih

    BalasHapus